Selamat Datang di MJBS FM


widgets

Rek.MJBS FM

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahhirrahmannirrahim Radio komunitas petani MJBS FM sedang dalam masa uji coba frekuensi mohon dukungan semua pihak agar terlaksana pembangunan Radio Komunitas Petani MJBS FM,sebagai Radio Komunitas Petani warga Kuta Meuligou Kecamatan Sawang Aceh Utara Yang mau Bantu Dana serta Infaq,Sedekah,Zakat dan Hibahkan Dana untuk Pembangunan Radio Komunitas Petani MJBS FM kelompok Tani Nur Al-Amin Kuta Meuligou Sawang Aceh Utara. Silakan Transfer Ke BANK ACEH a/n M.NUR dgn Nomor Rekening 036.02.03.610309-2 Atas Bantuan dan Dukungan Semua Pihak Tenggku M.Nur,M.A selaku pendiri dan penanggung jawab. Rakom Petani MJBS FM mengucapkan Terima Kasih,Semoga Amal Ibadah Infaq,Sedekah,Zakat,Hibah semua pihak di Terima dan di Ridhai ALLAH. dan bagi Siapa yang Mau jadi sponsor atau mitra kerja Radio Komunitas Petani MJBS FM hubungi Tgk.M.Nur,M.A di Hp. 085370641972 atau email : mjbs.fm@gmail.com atau http://mjbsfm.blogspot.com

.

MJBSfm STREAMING
RAKOM PETANI NUR AL-AMIN
Contact :085370641972

Senin, 06 Oktober 2014

Tradisi Koh Igoe ( Potong Gigi ) Bagian dari Adat Aceh Masa Lampau by Mas Kiki Ahli Potong Gigi di Kuta Meuligoe Hp.085370641972 Untuk Konsultasi


Daerah paling ujung di pulau Sumatera ini ternyata mempunyai budaya perkawinan yang kaya akan makna. Saat seseorang menikah, maka bisa dipastikan mereka akan melewati beberapa tahapan. Hal ini dimaksudkan agar perkawinan selalu langgeng, awet dan abadi. Yuk kita intip tahapan tradisi pernikahan ala Aceh. Mulai dari lamaran hingga resepsi. Lamaran (Ba Ranub) Untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki yang sudah dianggap dewasa maka pihak keluarga akan mengirim seorang yang bijak dalam berbicara (disebut theulangke) untuk mengurusi perjodohan ini. Jika theulangke telah mendapatkan gadis yang dimaksud maka terlabih dahulu dia akan meninjau status sang gadis. Jika belum ada yang punya, maka dia akan menyampaikan maksud melamar gadis itu. Perkawinan Adat Atjeh Pada hari yang telah di sepakati datanglah rombongan orang yang dituakan dari pihak pria ke rumah orang tua gadis dengan membawa sirih sebagai penguat ikatan berikut isinya seperti gambe, pineung reuk, gapu, cengkih, pisang raja, kain atau baju serta penganan khas Aceh. Setelah acara lamaran iini selesai, pihak pria akan mohon pamit untuk pulang dan keluarga pihak wanita meminta waktu untuk bermusyawarah dengan anak gadisnya mengenai diterima-tidaknya lamaran tersebut. Pertunangan (Jakba Tanda) Bila lamaran diterima, keluarga pihak pria akan datang kembali untuk melakukan peukeong haba yaitu membicarakan kapan hari perkawinan akan dilangsungkan, termasuk menetapkan berapa besar uang mahar (disebut jeunamee) yang diminta dan beberapa banyak tamu yang akan diundang. Biasanya pada acara ini sekaligus diadakan upacara pertunangan (disebut jakba tanda) acara ini pihak pria akan mengantarkan berbagai makanan khas daerah Aceh, buleukat kuneeng dengan tumphou, aneka buah-buahan, seperangkat pakaian wanita dan perhiasan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga pria. Namun bila ikatan ini putus ditengah jalan yang disebabkan oleh pihak pria yang memutuskan maka tanda emas tersebut akan dianggap hilang. Tetapi kalau penyebabnya adalah pihak wanita maka tanda emas tersebut harus dikembalikan sebesar dua kali lipat. Menjelang Perkawinan Seminggu menjelang akad nikah, masyarakat aceh secara bergotong royong akan mempersiapkan acara pesta perkawinan. Mereka memulainya dengan membuat tenda serta membawa berbagai perlengkapan atau peralatan yang nantinya dipakai pada saat upacara perkawinan. Adapun calon pengantin wanita sebelumnya akan menjalani ritual perawatan tubuh dan wajah serta melakukan tradisi pingitan. Selam masa persiapan ini pula, sang gadis akan dibimbing mengenai cara hidup berumah tangga serta diingatkan agar tekun mengaji. Selain itu akan dialksanakan tradisi potong gigi (disebut gohgigu) yang bertujuan untuk meratakan gigi dengancara dikikir. Agar gigi sang calon pengantin terlihat kuat akan digunakan tempurung batok kelapa yang dibakar lalu cairan hitam yang keluar dari batok tersebut ditempelkan pada bagian gigi. Setelah itu calon pengantin melanjutkan dengan perawatan luluran dan mandi uap. Selain tradisi merawat tubuh, calon pengantin wanita akan melakukan upacara kruet andam yaitu mengerit anak rambut atau bulu-bulu halus yang tumbuh agar tampak lebih bersih lalu dilanjutkan dengan pemakaian daun pacar (disebut bohgaca) yang akan menghiasi kedua tangan calon pengantin. Daun pacar ini akan dipakaikan beberapa kali sampai menghasilkan warna merah yang terlihat alami. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan mengadakan pengajian dan khataman AlQuran oleh calon pengantin wanita yang selanjutnya disebut calon dara baro (CBD).Sesudahnya, dengan pakaian khusus, CBD mempersiapkan dirinya untuk melakukan acara siraman (disebut seumano pucok) dan didudukan pad asebuah tikaduk meukasap. Dalam acara ini akan terlihat beberapa orang ibu akan mengelilingi CBD sambil menari-nari dan membawa syair yang bertujuan untuk memberikan nasihat kepada CBD. Pada saat upacara siraman berlangsung, CBD akan langsung disambut lalu dipangku oleh nye’wanya atau saudara perempuan dari pihak orang tuanya. Kemudian satu persatu anggota keluarga yang dituakan akan memberikan air siraman yang telah diberikan beberapa jenis bunga-bungaan tertentu dan ditempatkan pada meundam atau wadah yang telah dilapisi dengan kain warna berbeda-beda yang disesuaikan dengan silsilah keluarga. Upacara Akad Nikah dan Antar Linto Pada hari H yang telah ditentukan, akan dilakukan secara antar linto (mengantar pengantin pria). Namun sebelum berangkat kerumah keluarga CBD, calon pengantin pria yang disebut calon linto baro(CLB) menyempatkan diri untuk terlebih dahulu meminta ijin dan memohon doa restu pada orang tuanya. Setelah itu CLB disertai rombongan pergi untuk melaksanakan akad nikah sambil membawa mas kawin yang diminta dan seperangkat alat solat serta bingkisan yang diperuntukan bagi CDB. Sementara itu sambil menunggu rombongan CLB tiba hingga acara ijab Kabul selesai dilakukan, CDB hanya diperbolehkan menunggu di kamarnya. Selain itu juga hanya orangtua serta kerabat dekat saja yang akan menerima rombongan CLB. Saat akad nikah berlangsung, ibu dari pengantin pria tidak diperkenankan hadir tetapi dengan berubahnya waktu kebiasaan ini dihilangkan sehingga ibu pengantin pria bisa hadir saat ijab kabul. Keberadaan sang ibu juga diharapkan saat menghadiri acara jamuan besan yang akan diadakan oleh pihak keluarga wanita. Setelah ijab kabul selesai dilaksanakan, keluarga CLB akan menyerahkan jeunamee yaitu mas kawin berupa sekapur sirih, seperangkat kain adat dan paun yakni uang emas kuno seberat 100 gram. Setelah itu dilakukan acara menjamu besan dan seleunbu linto/dara baro yakin acara suap-suapan di antara kedua pengantin. Makna dari acara ini adalah agar keduanya dapat seiring sejalan ketika menjalani biduk rumah tangga. Upacara Peusijeuk Yaitu dengan melakukan upacara tepung tawar, memberi dan menerima restu dengan cara memerciki pengantin dengan air yang keluar dari daun seunikeuk, akar naleung sambo, maneekmano, onseukee pulut, ongaca dan lain sebagainya minimal harus ada tiga yang pakai. Acara ini dilakukan oleh beberapa orang yang dituakan(sesepuh) sekurangnya lima orang. Tetapi saat ini bagi masyarakat Aceh kebanyakan ada anggapan bahwa acara ini tidak perlu dilakukan lagi karena dikhawatirkan dicap meniru kebudayaan Hindu. Tetapi dikalangan ureungchik (orang yang sudah tua dan sepuh) budaya seperti ini merupakan tata cara adat yang mutlak dilaksanakan dalam upacara perkawinan. Namun kesemuanya tentu akan berpulang lagi kepada pihak keluarga selaku pihak penyelenggara, apakah tradisi seperti ini masih perlu dilestarikan atau tidak kepada generasi seterusnya.

Tidak ada komentar:

You Tube

1 Syawal 1435 H

Assalamu'alaikum,Allhamdulillah Puasa Ramadhan Usai,insya Allah pahala dan ridha-Nya di capai. Ulon Tuan Ucapkan SELAMAT 'IDUL FITRI 1435 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. Salam ta'zim ULONTUAN TGK MUHAMMADNUR,MA dan Keluarga Besar Tgk Chik Datok Bale Kuta Meuligou serta Keluarga Besar Tgk Chik Ali Tanjong Kuta Meuligoe Sawang Utara Aceh Utara. Kami Keluarga Besar Radio Komunitas Petani dan Dakwah MJBS FM Kuta Meuligoe Ucapkan Jutaan Terima Kasih Atas Maaf Saudara - Saudara Kami di Alam Maya dan Alam Nyata. ttd. Tgk Muhammadnur,MA Pimpinan dan Pendiri Radio Komunitas Petani Dan Dakwah Meuligou Jaya Bina Sentosa FM 107,8 Mhz ( Rakom Petani dan Dakwah MJBS FM 107,8 Mhz). Sahabat Setia Sepanjang Masa.